Dunia Rider · Blog motor & otomotif untuk rider Indonesia
Blog motor & otomotif untuk rider Indonesia
← Semua artikelSparepart

Panduan Pasang Shockbreaker Belakang Aftermarket ADV 160 Sendiri di Rumah

Ingin ganti shockbreaker belakang ADV 160 dengan aftermarket tapi bingung? Ikuti panduan langkah-demi-langkah ini agar pemasangan shockbreaker ADV 160 jadi mudah dan benar di rumah.

Panduan Pasang Shockbreaker Belakang Aftermarket ADV 160 Sendiri di Rumah

Mengganti shockbreaker belakang motor ADV 160 Anda dengan produk aftermarket bisa menjadi langkah cerdas untuk meningkatkan kenyamanan berkendara, performa handling, atau sekadar mempercantik tampilan motor. Banyak pengendara ADV 160 merasakan bahwa shockbreaker standar, meskipun sudah cukup baik untuk penggunaan harian, masih menyisakan ruang untuk peningkatan, terutama saat melibas jalanan yang tidak rata, berboncengan, atau saat membutuhkan feedback yang lebih presisi dari suspensi. Pemasangan shockbreaker aftermarket sendiri di rumah, selain menghemat biaya bengkel, juga memberikan kepuasan tersendiri karena Anda bisa memahami lebih dalam seluk-beluk motor kesayangan Anda. Namun, proses ini tentu memerlukan persiapan matang, pemahaman teknis dasar, dan peralatan yang memadai. Artikel ini akan memandu Anda secara mendalam langkah demi langkah, mulai dari persiapan hingga pemasangan dan pengujian, memastikan Anda bisa melakukan penggantian shockbreaker adv dengan aman dan benar.

Mengapa Memilih Shockbreaker Aftermarket untuk ADV 160 Anda?

Sebelum melangkah lebih jauh ke proses pemasangan, ada baiknya kita memahami mengapa banyak pemilik ADV 160 memutuskan untuk menginvestasikan dana pada shockbreaker aftermarket. Peningkatan performa dan kenyamanan adalah dua alasan utama. Shockbreaker standar ADV 160 dirancang untuk mengakomodasi berbagai kondisi penggunaan, namun seringkali mengorbankan spesialisasi. Misalnya, untuk pengendara yang memiliki bobot lebih, sering berboncengan, atau yang kerap melintasi jalanan rusak, shockbreaker standar mungkin terasa terlalu empuk atau justru terlalu keras pada benturan tertentu. Dengan shockbreaker aftermarket, Anda memiliki opsi untuk memilih produk yang spesifik, baik itu yang menawarkan damping lebih baik, rebound yang bisa diatur, atau bahkan preload yang disesuaikan dengan bobot pengendara dan gaya berkendara.

Selain itu, estetika juga menjadi faktor penting. Berbagai brand shockbreaker aftermarket menawarkan desain dan warna yang menarik, yang bisa menjadi elemen penunjang tampilan motor Anda agar terlihat lebih sporty atau eksklusif. Pilihan shockbreaker adv yang tepat tidak hanya akan mengubah performa, tetapi juga memberikan sentuhan personal pada motor Anda. Penting untuk diingat bahwa investasi pada shockbreaker yang berkualitas akan berdampak langsung pada pengalaman berkendara Anda, menjadikannya lebih aman, nyaman, dan menyenangkan.

Persiapan Awal: Memilih Shockbreaker yang Tepat dan Peralatan yang Dibutuhkan

Memilih shockbreaker aftermarket yang tepat adalah langkah krusial pertama. Di pasaran, ada banyak merek dan tipe shockbreaker yang kompatibel dengan ADV 160, mulai dari merek lokal hingga internasional. Setiap merek menawarkan karakteristik dan fitur yang berbeda. Pertimbangkan beberapa faktor berikut saat memilih:

  1. Gaya Berkendara Anda: Apakah Anda sering berkendara sendiri atau berboncengan? Apakah Anda lebih sering melintasi jalan perkotaan yang mulus atau jalanan pedesaan yang menantang? Jawaban atas pertanyaan ini akan membantu Anda menentukan apakah Anda membutuhkan shockbreaker yang lebih sporty dengan damping keras atau yang lebih fokus pada kenyamanan dengan damping lembut.
  2. Fitur Penyesuaian: Beberapa shockbreaker aftermarket menawarkan fitur preload, rebound, atau bahkan compression yang bisa diatur. Fitur-fitur ini sangat berguna untuk menyesuaikan karakteristik suspensi dengan preferensi pribadi Anda dan kondisi jalan. Jika Anda baru pertama kali mengganti shockbreaker, mungkin shockbreaker dengan fitur preload saja sudah cukup.
  3. Kualitas dan Reputasi Merek: Lakukan riset mengenai merek-merek shockbreaker yang populer untuk ADV 160. Baca ulasan dari pengguna lain dan cari tahu reputasi merek tersebut dalam hal kualitas dan daya tahan. Harga seringkali sejalan dengan kualitas, jadi jangan tergiur dengan harga terlalu murah yang mungkin mengorbankan performa dan keamanan. Anda bisa mencari informasi di forum-forum otomotif atau grup ADV 160 di media sosial untuk mendapatkan rekomendasi terbaik.
  4. Kompatibilitas: Pastikan shockbreaker yang Anda pilih memang dirancang khusus untuk ADV 160 atau setidaknya memiliki spesifikasi yang sama (panjang, diameter lubang baut) agar tidak ada masalah saat pemasangan. Kesalahan dalam memilih shockbreaker yang tidak kompatibel tidak hanya akan mempersulit pemasangan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan berkendara. Banyak shockbreaker untuk PCX 160 juga bisa digunakan di ADV 160, namun pastikan panjangnya sesuai agar tidak mengubah geometri motor secara drastis. Sebagai referensi, Anda bisa mencari toko online yang menyediakan shockbreaker adv dengan deskripsi produk yang jelas mengenai kompatibilitas.

Setelah memilih shockbreaker yang tepat, langkah selanjutnya adalah menyiapkan peralatan yang dibutuhkan. Memiliki semua alat di tangan sebelum memulai proses akan menghemat waktu dan mencegah frustrasi. Berikut adalah daftar peralatan dasar yang umumnya diperlukan:

  • Kunci Pas/Ring: Berbagai ukuran, terutama ukuran 14mm, 17mm, dan 19mm, yang umum digunakan untuk baut shockbreaker dan swing arm.
  • Kunci Torsi (Opsional, tapi Sangat Dianjurkan): Untuk mengencangkan baut sesuai spesifikasi torsi pabrikan, mencegah baut kendor atau terlalu kencang yang bisa merusak ulir.
  • Dongkrak Motor atau Standar Paddock Belakang: Penting untuk mengangkat roda belakang agar tidak menapak tanah, sehingga shockbreaker bisa dilepas dan dipasang dengan mudah. Jika tidak ada, Anda bisa menggunakan balok kayu atau benda padat lain yang aman untuk menopang motor.
  • Obeng Plus/Minus: Mungkin dibutuhkan untuk melepas beberapa bagian bodi motor jika menghalangi akses ke shockbreaker.
  • Lap Bersih: Untuk membersihkan area kerja dan komponen motor.
  • Penetrasi Oil (WD-40 atau sejenisnya): Berguna jika ada baut yang macet atau berkarat.
  • Sarung Tangan Kerja: Melindungi tangan dari kotoran dan potensi cedera.
  • Penerangan Tambahan: Jika Anda bekerja di area yang kurang cahaya.

Memastikan semua peralatan ini tersedia sebelum memulai pekerjaan akan membuat proses penggantian shockbreaker berjalan lebih lancar dan efisien. Jangan sampai di tengah pekerjaan Anda harus berhenti hanya karena kekurangan satu alat penting. Persiapan yang matang adalah kunci keberhasilan dalam setiap proyek DIY (Do It Yourself). Ingat, keselamatan adalah yang utama, jadi pastikan Anda bekerja di area yang aman dan terang.

Memahami Bagian-bagian Shockbreaker dan Fungsinya

Sebelum membongkar, ada baiknya Anda mengenal anatomi dasar shockbreaker belakang. Meskipun terlihat sederhana, setiap bagian memiliki fungsi krusial:

  • Per (Spring): Bertanggung jawab menyerap energi benturan dan menahan beban motor. Kekerasan per akan sangat memengaruhi kenyamanan dan stabilitas.
  • Tabung Dalam (Damper Rod) dan Tabung Luar (Outer Tube): Berisi oli suspensi dan katup-katup yang mengontrol aliran oli saat shockbreaker memendek (kompresi) dan memanjang (rebound).
  • Oli Suspensi: Cairan yang mengalir melalui katup-katup kecil, menciptakan hambatan hidrolik yang meredam gerakan per. Kekentalan oli sangat berpengaruh pada karakteristik redaman.
  • Seal Oli: Mencegah kebocoran oli suspensi. Kerusakan pada seal bisa menyebabkan oli keluar dan shockbreaker kehilangan fungsinya.
  • Bushing/Karet: Terletak di ujung atas dan bawah shockbreaker, berfungsi sebagai bantalan dan meredam getaran antara shockbreaker dan rangka motor.
  • Pengatur Preload (jika ada): Mekanisme untuk mengatur tekanan awal pada per, yang akan memengaruhi ketinggian motor dan kekerasan shockbreaker secara keseluruhan.

Memahami fungsi masing-masing bagian ini akan membantu Anda mendiagnosis masalah di kemudian hari dan juga memudahkan Anda dalam melakukan penyetelan jika shockbreaker aftermarket Anda memiliki fitur penyesuaian. Misalnya, jika motor terasa terlalu membal setelah melewati polisi tidur, itu mungkin indikasi bahwa rebound damping terlalu cepat. Dengan shockbreaker yang bisa diatur, Anda bisa mencoba memperlambat rebound untuk mendapatkan kenyamanan yang lebih baik.

Langkah-langkah Pelepasan Shockbreaker Lama

Proses pelepasan shockbreaker lama harus dilakukan dengan hati-hati dan sistematis untuk menghindari kerusakan pada komponen motor lainnya. Pastikan motor dalam posisi stabil dan aman sebelum memulai.

  1. Posisi Motor dan Keamanan:
  • Parkir motor di permukaan yang rata dan stabil.
  • Gunakan standar tengah untuk menopang motor. Jika tidak ada standar tengah, gunakan dongkrak motor atau stand paddock belakang yang kuat untuk mengangkat roda belakang. Pastikan roda belakang terangkat sepenuhnya sehingga shockbreaker tidak menahan beban motor. Ini sangat penting karena akan memudahkan pelepasan shockbreaker.
  • Pastikan kunci kontak dalam posisi OFF dan motor dalam kondisi dingin untuk menghindari risiko luka bakar.
  • Jika Anda merasa motor kurang stabil, mintalah bantuan seseorang untuk memegang motor selama proses pelepasan dan pemasangan. Keamanan adalah prioritas utama.
  1. Melepas Bodi Plastik (jika diperlukan):
  • Pada beberapa motor, termasuk ADV 160, akses ke baut shockbreaker bagian atas mungkin terhalang oleh bodi plastik samping atau bagian bawah jok.
  • Identifikasi bagian bodi yang menghalangi. Biasanya, ini adalah cover samping di bawah jok atau cover di sekitar footpeg belakang.
  • Gunakan obeng plus atau kunci L yang sesuai untuk melepas baut atau klip pengunci bodi tersebut. Simpan semua baut dan klip di tempat yang aman agar tidak hilang.
  • Lepaskan bodi plastik dengan hati-hati, jangan dipaksa karena bisa patah. Perhatikan letak klip-klip pengunci agar saat pemasangan kembali tidak ada yang terlewat.
  1. Melonggarkan Baut Shockbreaker Bawah:
  • Cari baut yang menahan bagian bawah shockbreaker ke swing arm (lengan ayun) motor. Biasanya ada satu baut di setiap shockbreaker.
  • Gunakan kunci pas atau kunci ring yang sesuai untuk melonggarkan baut ini. Jika baut terasa sangat kencang atau berkarat, semprotkan penetrating oil dan diamkan beberapa menit sebelum mencoba melonggarkannya lagi.
  • Longgarkan saja, jangan dilepas sepenuhnya terlebih dahulu. Melonggarkan baut bawah lebih dulu akan memberikan sedikit kelonggaran saat melepas baut atas.
  1. Melonggarkan Baut Shockbreaker Atas:
  • Sekarang, cari baut yang menahan bagian atas shockbreaker ke rangka motor. Pada ADV 160, ini biasanya ada di bawah jok atau di area dekat tangki bensin.
  • Gunakan kunci pas atau kunci ring yang sesuai untuk melonggarkan baut ini. Sama seperti baut bawah, longgarkan saja, jangan dilepas sepenuhnya.
  • Pada shockbreaker ganda (seperti ADV 160), Anda bisa melepaskan satu per satu atau melonggarkan keduanya secara bergantian.
  1. Melepas Shockbreaker Lama:
  • Setelah kedua baut (atas dan bawah) pada satu shockbreaker dilonggarkan, Anda bisa mulai melepaskannya. Mulai dari baut bagian bawah, lepaskan sepenuhnya.
  • Kemudian, lepaskan baut bagian atas.
  • Shockbreaker kini akan terlepas dari dudukannya. Tarik shockbreaker keluar dengan hati-hati dari celahnya. Jika ada kabel atau selang rem yang terpasang pada shockbreaker dengan klip, lepaskan klip tersebut terlebih dahulu.
  • Ulangi proses ini untuk shockbreaker yang satunya lagi.
  • Perhatikan bushing atau karet yang mungkin menempel pada shockbreaker lama atau tetap di dudukan rangka. Pastikan bushing ini dalam kondisi baik. Jika shockbreaker aftermarket Anda tidak menyertakan bushing baru, Anda mungkin perlu menggunakan bushing dari shockbreaker lama. Namun, sangat disarankan untuk menggunakan bushing baru jika tersedia, karena bushing yang aus bisa menyebabkan bunyi berdecit atau handling yang tidak optimal.
"Pelepasan shockbreaker adalah proses yang membutuhkan kesabaran dan ketelitian. Jangan terburu-buru dan pastikan setiap langkah dilakukan dengan benar untuk menghindari kerusakan pada komponen lain. Perhatikan juga posisi dan urutan baut serta komponen kecil lainnya, karena ini akan membantu saat proses pemasangan kembali."

Pemasangan Shockbreaker Aftermarket

Setelah shockbreaker lama berhasil dilepas, kini saatnya memasang shockbreaker adv yang baru. Proses ini pada dasarnya adalah kebalikan dari proses pelepasan, namun dengan perhatian ekstra pada pemasangan yang benar dan pengencangan yang tepat.

  1. Persiapan Shockbreaker Baru:
  • Keluarkan shockbreaker aftermarket dari kemasannya. Periksa apakah ada bagian yang cacat atau rusak.
  • Pastikan bushing atau karet sudah terpasang dengan benar di ujung atas dan bawah shockbreaker. Beberapa shockbreaker aftermarket mungkin datang dengan bushing terpisah yang perlu dipasang terlebih dahulu. Gunakan sedikit gemuk pada bushing untuk memudahkan pemasangan dan mengurangi gesekan.
  • Perhatikan arah pemasangan shockbreaker. Beberapa shockbreaker memiliki orientasi khusus (misalnya, tabung reservoir harus menghadap ke arah tertentu). Ikuti petunjuk pemasangan dari pabrikan shockbreaker Anda.
  1. Memasang Shockbreaker ke Dudukan Atas:
  • Angkat shockbreaker baru dan posisikan lubang baut bagian atas agar sejajar dengan dudukan di rangka motor.
  • Masukkan baut shockbreaker atas. Dorong baut hingga menembus lubang pada shockbreaker dan dudukan rangka.
  • Pasang mur pengunci (jika ada) dan kencangkan baut dengan tangan terlebih dahulu. Jangan kencangkan sepenuhnya pada tahap ini. Pastikan baut masuk dengan lancar dan tidak ada hambatan. Jika terasa seret, jangan dipaksa, cek kembali keselarasan lubang.
  1. Memasang Shockbreaker ke Dudukan Bawah:
  • Setelah baut atas terpasang, kini fokus pada dudukan bawah. Anda mungkin perlu sedikit menggerakkan swing arm ke atas atau ke bawah untuk menyelaraskan lubang baut shockbreaker dengan dudukan di swing arm.
  • Masukkan baut shockbreaker bawah. Sama seperti baut atas, dorong baut hingga menembus lubang.
  • Pasang mur pengunci (jika ada) dan kencangkan baut dengan tangan terlebih dahulu. Pastikan semua baut terpasang dengan rapi dan tidak ada yang miring.
  1. Pengencangan Baut dengan Kunci Torsi (Sangat Dianjurkan):
  • Setelah kedua shockbreaker terpasang dengan baut atas dan bawah yang dikencangkan seadanya dengan tangan, kini saatnya mengencangkan semua baut menggunakan kunci pas/ring dan idealnya, kunci torsi.
  • Cari tahu spesifikasi torsi pengencangan baut shockbreaker ADV 160 di buku manual motor Anda atau melalui referensi online. Umumnya, torsi untuk baut shockbreaker berkisar antara 30-45 Nm (Newton meter), namun ini bisa bervariasi. Menggunakan kunci torsi akan memastikan baut dikencangkan sesuai standar pabrikan, mencegah baut kendor yang berbahaya atau baut terlalu kencang yang bisa merusak ulir atau komponen.
  • Kencangkan baut bawah terlebih dahulu, lalu baut atas. Lakukan secara bertahap dan silang (jika ada dua shockbreaker) untuk memastikan tekanan merata.
  • Ulangi proses ini untuk shockbreaker yang satunya lagi.
  • Jika Anda tidak memiliki kunci torsi, kencangkan baut secukupnya dengan kunci pas/ring. Jangan terlalu kencang hingga Anda merasa akan merusak baut, dan jangan terlalu longgar hingga khawatir copot. Ini adalah bagian yang memerlukan feeling yang baik, namun tetap disarankan untuk menggunakan kunci torsi demi keamanan.

Penyesuaian Awal (Preload, Rebound, dll.)

Setelah shockbreaker terpasang dengan kencang, jika shockbreaker aftermarket Anda memiliki fitur penyesuaian, ini adalah saat yang tepat untuk melakukan penyetelan awal.

  • Preload: Kebanyakan shockbreaker aftermarket memiliki pengaturan preload. Ini mengatur tekanan awal pada per. Anda bisa menyesuaikannya sesuai bobot pengendara dan kondisi berkendara. Jika motor terasa terlalu rendah atau sering bottoming out (mentok), Anda bisa menambah preload (memutar ring preload ke arah yang mengeraskan per). Sebaliknya, jika motor terasa terlalu keras, kurangi preload. Lakukan penyesuaian secara bertahap, misalnya satu atau dua klik/putaran, lalu coba rasakan perbedaannya.
  • Rebound: Beberapa shockbreaker juga memiliki pengaturan rebound, yang mengontrol kecepatan shockbreaker kembali ke posisi semula setelah tertekan. Jika motor terasa membal-membal setelah melewati benturan, ini mungkin berarti rebound terlalu cepat. Putar pengatur rebound ke arah yang memperlambat. Jika terasa lambat dan shockbreaker tidak sempat memanjang sepenuhnya sebelum benturan berikutnya, rebound mungkin terlalu lambat.

Penyetelan ini adalah proses trial and error. Mulailah dengan pengaturan standar pabrikan shockbreaker aftermarket (jika ada) atau posisi tengah, lalu sesuaikan sedikit demi sedikit hingga Anda menemukan setting yang paling nyaman dan sesuai dengan gaya berkendara Anda. Jangan ragu untuk bereksperimen, namun lakukan penyesuaian satu per satu agar Anda bisa merasakan efek dari setiap perubahan.

Pemasangan Kembali Bodi Motor dan Pengujian

Setelah shockbreaker aftermarket berhasil terpasang dan semua baut dikencangkan, langkah terakhir adalah mengembalikan semua komponen motor ke posisi semula dan melakukan pengujian untuk memastikan semuanya berfungsi dengan baik dan aman.

  1. Memasang Kembali Bodi Plastik:
  • Pasang kembali semua bodi plastik yang Anda lepas sebelumnya.
  • Pastikan semua klip dan baut terpasang dengan benar. Periksa kembali agar tidak ada baut yang tertinggal atau bodi yang longgar. Bodi yang longgar bisa menimbulkan suara getaran yang mengganggu saat berkendara.
  • Pastikan tidak ada kabel atau selang yang terjepit oleh bodi plastik. Ini penting untuk mencegah kerusakan pada sistem kelistrikan atau rem.
  1. Pemeriksaan Akhir Sebelum Pengujian:
  • Sebelum menurunkan motor dari standar atau dongkrak, periksa kembali semua baut shockbreaker (atas dan bawah) untuk memastikan semuanya kencang. Berikan sedikit goyangan pada motor untuk memastikan tidak ada bagian yang longgar atau berbunyi aneh.
  • Pastikan tidak ada alat yang tertinggal di area kerja atau menempel pada motor.
  • Periksa juga komponen lain di sekitar area kerja, seperti selang rem, kabel, atau komponen swing arm, apakah ada yang tidak sengaja tergeser atau rusak.
  • Pastikan shockbreaker terpasang dengan orientasi yang benar dan tidak ada bagian yang bergesekan dengan komponen lain. Misalnya, pastikan per shockbreaker tidak menyentuh cover rantai atau swing arm saat bergerak.
  1. Pengujian Awal di Tempat (Static Test):

Artikel terkait